Pengertian Notasi Ilmiah Dan Angka Penting
Notasi Ilmiah
Notasi ilmiah yakni suatu cara menuliskan suatu bilangan dengan meringkas bilangan nol menjadi bilangan sepuluh berpangkat. Tujuan notasi ilmiah yakni untuk mempermudah dan mempersingkat penulisan angka-angka yang terlalu banyak tersebut. Bila dirumuskan maka bentuknya akan ibarat rumus dibawah ini.
a,...x
a = bilangan orisinil dari 1 hingga 9 (bilangan penting).
n = pangkat, dengan n yakni bilangan lingkaran (orde).
Berdasarkan notasi tersebut, maka massa elektron sanggup ditulis menjadi 9,11 x
Untuk mencari nilai a dan n, sanggup dipakai melalui cara berikut.
a. Untuk bilangan
b. Untuk bilangan
Contoh menulis notasi ilmiah:
- Dalam fisika, besar permeabilitas ruang hampa yakni 0,000001257 Tm/A.
0,000001257 Tm/A = 1,257 x
- Kecepatan cahaya yakni 300.000.000 m/s.
300.000.000 m/s = 3,0 x
- Muatan elektron yakni 0,00000000000000000016 C.
0,00000000000000000016 C = 1,6 x
Selain dengan notasi ilmiah, penyederhanaan suatu bilangan yang sangat besar maupun sangat kecil sanggup dilakukan dengan memperlihatkan awalan-awalan untuk bilangan
Contoh:
Angka Penting
Angka-angka ibarat 1-9 merupakan angka eksak, yaitu angka yang sudah niscaya nilainya dan tidak diragukan lagi. Bilangan eksak didapatkan dari perhitungan, bukan hasil pengukuran. Sedangkan angka penting yakni semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran yang terdiri dari angka niscaya dan angka taksiran.
Contoh:
- Angka eksak: 10 orang, 4 buku, dll.
- Angka penting: tinggi 173,30 cm, panjang 5,30 cm, dll.
Angka 173,3 pada 173,30 cm yakni angka penting, alasannya sanggup dibaca pada skala mistar. Angka 0,00 yakni angka taksiran (tidak pasti).
Aturan angka penting
1. Semua angka bukan nol yakni angka penting.
Contoh: 12,55 memiliki 4 angka penting.
2. Semua angka nol yang terletak di antara angka bukan nol yakni angka penting.
Contoh: 4050,04 memiliki 6 angka penting.
3. Angka nol di sebelah kanan angka bukan nol tanpa tanda desimal yakni bukan angka penting, kecuali diberi tanda khusus (garis bawah/atas).
Contoh:
- 502.000 memiliki 3 angka penting
- 502.000 memiliki 4 angka penting
- 502.000 memiliki 5 angka penting
4. Angka nol di sebelah kanan tanda desimal, dan di sebelah kiri angka bukan nol yakni bukan angka penting.
Contoh: 0,0034 memiliki 2 angka penting.
5. Semua angka di sebelah kanan tanda desimal dan mengikuti angka bukan nol yakni angka penting.
Contoh:
- 12,00 memiliki 4 angka penting
- 0,004200 memiliki 4 angka penting